Minggu, 26 Februari 2017

Express Your Feelings!

Cr: http://elderpipe.blogspot.co.id/2015/07/know-you-emotions.html

Setiap orang di muka bumi ini memiliki cara yang berbeda-beda dalam hal mengekspresikan perasaannya. Ada yang mengekspresikannya dengan mendengarkan musik, menggambar sketsa, menuangkannya ke dalam sebuah kata-kata yang mampu menggetarkan jiwa seperti sebuah lagu, puisi ataupun tulisan lainnya. Kalau ditanya, saya prefer ke arah mana? Menulis. Yah, menulis menjadi salah satu passion saya sejak lama. Mengapa menulis? Karena dengan menulis kita lebih leluasa untuk mencurahkan segala keluh-kesah kita dibandingkan dengan berbicara langsung. Mungkin ada sebagian orang yang lebih nyaman mengutarakan isi hatinya secara langsung kepada orang lain, tapi ada juga yang sangat sulit untuk mengutarakan isi hatinya secara langsung kepada orang lain. Jadi, menulis adalah pilihan dan sarana yang tepat bagi orang-orang yang demikian.

Saya adalah tipikal orang yang sangat senang sekali bermain dengan kata-kata. Bagi saya, menulis adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun tidak setiap saat saya menulis, tapi pada saat-saat tertentu saya bisa menulis dengan sepenuh hati. Waktu yang tepat untuk menulis bagi saya adalah ketika malam hari. Malam hari adalah waktu ideal untuk menulis, karena situasinya yang sunyi mampu membangkitkan ide-ide yang luar biasa dan biasanya kata-kata yang dipakai juga lebih tulus, sepenuh hati dan apa adanya. Atau juga saya menulis ketika ada momen-momen yang sulit untuk dilupakan. Seperti yang baru tadi saya share di salah satu sosial media mengenai persahabatan. Saya menulis berdasarkan pengalaman pribadi dengan sahabat-sahabat yang penuh dengan kasih sayang. Orang-orang yang kenal dengan saya pasti akan terheran-heran, kok ini orang kalau menulis sesuatu pasti panjaaaang banget? Yah, memang seperti itulah saya.  Tidak bisa melewatkan sedikit pun hal-hal penting yang telah terjadi.

Seseorang yang hobi menulis tentu saja tidak terlepas dari kebiasaannya akan membaca. Yah, membaca dan menulis sudah satu paket layaknya paket makanan yang sudah lengkap beserta minuman dan snack-nya. Orang yang hobi menulis tidak akan mampu menulis tanpa adanya kosa kata atau pilihan kata yang menarik, begitu pula dengan orang yang hobi membaca. Mereka pasti akan mencoba untuk menulis, walaupun tulisannya belum sebagus penulis papan atas. Setidaknya, mereka pernah mencoba. Tidak hanya menjadi sebagai penikmat, tetapi mencoba menjadi sebagai pembuat. Saya memiliki referensi novel di rumah yang isinya tidak melulu soal cinta, tetapi juga tentang arti hidup, persahabatan, dan lain sebagainya. Tak jarang juga saya membaca fanfiction milik master-nim yang tulisannya sangat kekinian sekali.

Orang-orang mungkin tidak pernah bertanya tentang hal ini, apakah saya mempunyai role model dalam hal menulis? Tentu saya punya. Role model yang saya share di sini mungkin bukan seorang penulis seperti Pramoedya Ananta Toer, Tere Liye ataupun Raditya Dika. Setidaknya, mereka adalah orang-orang yang penuh inspirasi bagi saya untuk tetap menulis.

Cr: twitter.com/MarissaAnita

Dialah Marissa Anita. Sosok wanita yang penuh inspirasi bagi siapapun. Cantik, cerdas, dan berdedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan teater. Dia memang bukan seorang penulis, tetapi profesinya sebagai seorang jurnalis tentu saja menuntutnya untuk bisa menulis dengan baik. Tak jarang saya mengunjungi website pribadinya. Di sana dia dengan leluasa menuliskan segala yang ada di dalam pikirannya dan dituangkan dalam sebuah tulisan. Marissa Anita merupakan jurnalis favorit saya. Dari cara beliau menyampaikan berita sangatlah luwes dan terlihat cerdas. Yang paling saya suka dari Marissa Anita adalah ketika mengajukan pertanyaan ke narasumber yang sangat menurut saya bagus sekali. Kecintaannya akan dunia teater juga yang membuat saya semakin kagum. Marissa Anita mampu memerankan peran dengan ciamik. Di film 'Istirahatlah Kata-Kata', Marissa Anita mampu berperan dengan apik sebagai Sipon, istri Wiji Thukul. Walaupun saya belum menontonnya, tetapi dilihat dari teaser-nya sudah membuat saya yakin bahwa Marissa Anita mampu untuk membawakan peran Sipon dengan baik. Kalian bisa lihat tulisannya Marissa Anita di: marissaanita.com

Cr: facebook.com/bangtan.official

Jujur dari hati yang paling dalam, saya tidak lihat dia sebagai seorang idol yang dielu-elukan oleh penggemarnya, tapi saya lebih lihat dia dari personality-nya. Dia orang yang hebat dalam menciptakan lagu. Dia juga orang yang menginspirasi saya untuk terus menulis. Kemampuannya menulis lagu tidak perlu diragukan lagi. Mungkin kita memang belum pernah bertemu, tapi dari semua lagu ciptaannya, saya merasakan dia menghidupkan sebuah nyawa sehingga lagu tersebut mampu dinikmati penggemarnya. Menurut saya, dia adalah seorang leader yang karismatik. Auranya benar-benar menunjukkan seorang leader. Saya bercita-cita suatu hari nanti kami berdua mempunyai project menulis. Mungkin menulis lagu, dia dengan versi bahasa Korea, saya dengan versi bahasa Inggris atau mungkin versi Bahasa Indonesia. Karena saya dengar-dengar, dia ingin belajar Bahasa Indonesia :) Kalau ada yang tanya, siapa sih dia? Dia adalah Kim Nam Joon, leader BTS. Stage name-nya adalah Rap Monster.  Leader dengan bakat yang luar biasa. He's charming and charismatic.

At least but not last...

“Menulis adalah sebuah keberanian...” 
― Pramoedya Ananta Toer.

Good Night.
XOXO.