"Semoga kepada siapa saja bahagia tak selamanya perihal mewah.
Melainkan kesederhanaan menjelma suara sesederhana bunyi hujan menyentuh tanah."
-devamahenra.
Kamis, 29 Juni 2017
Quotes #9
"Menyukai tak harus dibarengi hasrat ingin menjalani.
Beberapa orang hanya ingin dekat, bersentuhan tanpa ingin menyepakati perasaan."
-Hanna Fatthiyya (Bukan Pujangga 2017)-
Beberapa orang hanya ingin dekat, bersentuhan tanpa ingin menyepakati perasaan."
-Hanna Fatthiyya (Bukan Pujangga 2017)-
Selasa, 27 Juni 2017
Quotes #8
"Yang lebih penting adalah kejujuran dan kesucian hati,
bukannya cara berpakaian dan tata sopan yang dibuat-buat."
-Soe Hok Gie-
Quotes #6
"Jangan terlalu pikirkan sendirimu, karena ada seseorang di luar sana yang sedang bertanya-tanya seperti apa rasanya bertemu denganmu."
-Soe Hok Gie-
Cahaya Bulan
Puisi yang dibacakan oleh Soe Hok Gie, yang diperankan oleh Nicholas Saputra dalam film GIE.
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa,
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui,
Apakah kau masih selembut dahulu,
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap,
sambil membenarkan letak leher kemejaku.
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
Lembah Mandalawangi,
Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram,
meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu,
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat.
Apakah kau masih akan berkata,
Kudengar detak jantungmu.
Kita begitu berbeda dalam semua,
Kecuali dalam cinta.
-Soe Hok Gie-
Bersabarlah Kamu
Kepada siapapun yang rela menunggu seseorang membuka hati, bersabarlah semampu kamu.
Jangan berjuang terlalu keras, apalagi sampai mendobrak pintu hatinya.
Nanti kamu terluka.
Tunggulah di depan pintu itu.
Ketuklah perlahan.
Percayalah, ia hanya butuh waktu untuk membuka pintu dan mempersilakan kamu masuk ke dalam hatinya.
Mungkin masih banyak kenangan masa lalunya berserakan.
Sabarlah kamu, bisa saja ia perlahan sedang membereskan kenangan itu.
Agar nanti, bila kamu ada di hatinya, tak ada lagi masa lalu tertinggal di dalamnya.
Kepada kamu yang setia menunggu, terima kasih karena telah menjadikan waktu dan sabar sebagai sahabatmu.
---via Tumblr---
Jumat, 09 Juni 2017
Quotes #5
"Berkali-kali ingin menyerah. Berkali-kali pula ada-ada saja cara semesta untuk menyemangati. Berkali-kali mengaku lelah. Berkali-kali pula Tuhan memberi kejutan untuk kembali siap menghadapi hari."
--- tak sedang ada yang becanda, tapi hidup memang demikian adanya.
(Hujan Mimpi)
Quotes #4
"Jika menurutmu segala sesuatu butuh penjelasan, bantu aku untuk menjelaskan apa yang membuatku tetap bertahan bahkan setelah berulang kali kau tinggalkan."
--- (via mangatapurnama) ---
Quotes #3
"Kau pikir aku tidak merindukanmu karena tak lagi membalas hangat percakapanmu? Mengertilah, sebenarnya aku ingin begitu bercerita banyak, namun di tiap aku mau, aku berusaha untuk tidak."
--- mbeeer.
Quotes #2
Entah kamu yang menyakitiku sebab kamu tak dapat kuraih,
atau aku yang menyakiti diri sendiri oleh sebab terlalu bermimpi.
Kita adalah dua orang yang kembali asing,
dua orang yang sempat hampir saling.
--9996
Quotes #1
"Barangkali memang benar, ketika kita masih khawatir tentang hasil akhir suatu upaya, kita belum benar-benar melakukannya karena Tuhan. Sebab ketika kita benar-benar melakukannya karena-Nya, mestinya kita pun percaya bahwa Dia-lah sebaik-baik perencana. Pun begitu rencana dibalik keberhasilan atau ketidakberhasilan kita akan sesuatu."
--- (via jalansaja) ---
Menggerakkan Hati Untuk Empati
Repost from Baskoro Aris Binzed on LINE:
*Di suatu grup media sosial*
A: "HBD Diana..."
B: "HBD Diana..."
C: "HBD Diana..."
*Sampai Z*
Kemudian tiba kabar dua hari kemudian, "Teman-teman, ada kabar duka, innalillaahi wa innaa ilayhi raaji'uun, Ayahanda teman kita Khalid meninggal dunia siang ini."
A: "Innaaalillaahi wa innaa ilayhi raaji'uun. Turut berduka Khalid. Yang kuat ya."
B: "Innaaalillaahi wa innaa ilayhi raaji'uun. Turut berduka Khalid. Yang kuat ya."
C: "Innaaalillaahi wa innaa ilayhi raaji'uun. Turut berduka Khalid. Yang kuat ya."
*Sampai Z*
Tentu mudah sebenarnya untuk menggerakkan jari, menekan kontak Diana dan menghaturkan selamat atas hari kelahiran. Sambil menyebutkan harapan-harapan untuk Diana lewat kolom percakapan. Tentu tanpa lupa benar-benar mendoakannya di lain kesempatan.
Mudah juga menggerakkan jari, menekan kontak Khalid untuk mengucapkan ucapan duka cita. Memberikan ucapan doa semoga amalan ayahanda diterima, kekurangan di dunia diampuni, dan memberikan sedikit himbauan untuk Khalid menjadi anak shalih agar menambah kebaikan bagi ayahanda di timbangan hari akhir kelak. Jika sempat turut menyalati hingga menguburkan.
Mudah saja setidaknya menggerakkan jari untuk tidak copy-paste dan tidak berlindung pada gumaman hati, "mending copas daripada tidak."
Tapi memang, menggerakkan hati untuk empati... itu yang susah.
Bisakah memulai memberikan kepedulian dengan cara yang memenuhi kepantasan?
Langganan:
Postingan (Atom)