Cerita pendek ini terinspirasi dari film Harry Potter and the Goblet of Fire ketika Cedric Diggory yang diperankan oleh Robert Pattinson tewas dalam pertarungan untuk memenangkan piala api yang justru membawa Cedric Diggory ke dalam dunia lain.
Oleh : Eva Fathia Amalia
Perempuan itu terus memandangi foto kedua orang yang ia sayangi
dengan air mata yang berlinang menyusuri pipinya yang merah. Perempuan itu
sangat kehilangan dan sangat terpukul atas kematian kedua orang yang sangat ia
cintai dan ia sayangi tersebut. Tanpa disadari, ada seorang lelaki yang
memperhatikannya sejak tadi. Karena penasaran, lelaki itu kemudian menghampiri
perempuan tersebut.
"Kesedihan hanya akan membuat hidup kita semakin terpuruk dan
memperburuk keadaan. Untuk apa kita menangisi orang yang telah tiada.? Tidak
ada gunanya.!" kata lelaki itu dengan ucapan yang meyakinkan. Perempuan
itu mendengar apa yang baru saja lelaki tersebut katakan padanya. Karena tidak
terima dengan ucapan lelaki tersebut, perempuan itu bangkit dari tempat
duduknya lalu berkata,"Mulut Anda sepertinya tidak bisa dijaga ya.? Dan
untuk apa Anda ada disini.?" tanya perempuan tersebut penuh rasa heran.
Lelaki itu hanya senyum-senyum sendiri sambil berkaca di cermin. "Maaf
Nona, saya memperhatikan Anda sejak tadi. Saya kesini hanya ingin mencari angin
saja." lanjutnya. "Apa kata Anda.? Mencari angin.? Tapi, mengapa Anda
mengatakan hal demikian kepada saya.? Apa maksud Anda.?" tegas perempuan
tersebut menatap lekat-lekat mata sang lelaki. "Wahai Nona yang cantik.!
Seharusnya Anda menghabiskan waktu Anda di dunia ini dengan bersenang-senang,
yah... pada intinya having fun-lah. Untuk apa bersedih sekian lama seperti
ini.? Anda terlalu berlarut-larut dengan kesedihan Anda sendiri." kata
lelaki tersebut dengan ketusnya. Perempuan itu lalu melangkah ke arah utara,
kemudian berkata sesuatu kepada lelaki tersebut., "Dunia tak selamanya memberikan
kita kebebasan, Bung.!" Kata-kata yang cukup membuat lelaki tersebut
kaget. " Hheh, atau mungkin Anda tidak pernah merasakan hal yang sama
dengan saya. Anda tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang
yang Anda sayangi dan Anda cintai. Yang Anda tahu hanyalah bagaimana caranya
Anda membuat orang-orang di sekitar Anda menderita dan Anda akan merasa
senang." Matanya sekarang bertambah merah dan air matanya terus mengalir
tanpa henti. "Cukuuup!" bentak lelaki itu dengan wajah yang memerah.
Keduanya terdiam.
Keadaan pun menjadi hening. Tak ada satu ucapan pun yang
terdengar, hanya hembusan angin yang bersorak-sorak di atas langit sana.
Kemudian, perempuan tersebut melanjutkan pembicaraannya dengan air mata yang
masih berlinang di pipinya yang merah itu. "Anda tidak akan pernah tahu
bagaimana saya kehilangan ibu saya disaat saya berusia 14 tahun. Ibu yang
selalu ada untuk saya, Ibu yang selalu mendengarkan curahan hati saya, dan Ibu
yang selalu mendukung saya saat saya melakukan sesuatu. Namun kini, beliau
telah dipanggil Yang Maha Kuasa, beliau telah tiada. Dan sekarang saya hanya
tinggal dengan Ayah dan adik laki-laki saya. Sekarang, saya harus kehilangan
orang yang saya cintai juga, yaitu kekasih saya. Orang yang selama ini saya
sayangi dan saya cintai, pergi begitu cepat tanpa meninggalkan pesan apapaun
pada saya. Dan semua itu, sangat menyakitkan. Apakah Anda akan merasakan hal
demikian apabila Anda berada di posisi saya.?" Kini isakan tangisannya
semakin menjadi-jadi. Lelaki itu terhentak akan perkataan perempuan tersebut.
Lelaki tersebut mengikuti langkah perempuan tersebut dan menyentuh pundaknya.
"Please, jangan usik hidup saya lagi." kata perempuan tersebut.
"Maaf, saya tidak punya yang cukup lama hanya untuk berbicara dengan Anda.
Saya harus pergi" lanjutnya. Perempuan itu meninggalkan lelaki tersebut.
Lelaki itu hanya terdiam terpaku di tempat tersebut sambil memikirkan kembali
perkataan perempuan tersebut.Lelaki tersebut sepertinya sekarang telah terbuka
hatinya bahwa hidup kita pada akhirnya akan berujung kepada kematian. Kehidupan
yang abadi. Lelaki itu akhirnya meninggalkan tempat itu pula mengikuti langkah
perempuan tersebut. Tamat.!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar