Terkadang perempuan itu egois, Bang.
Ketika seseorang (lelaki) memperlakukan perempuan itu dengan baik, maka perempuan itu akan berharap bahwa perilaku baik itu hanya diperuntukkan baginya.
Ketika seseorang (lelaki) memperlakukan perempuan itu dengan baik, maka perempuan itu akan berharap bahwa perilaku baik itu hanya diperuntukkan baginya.
Terkadang perempuan itu lupa, Bang.
Ketika seseorang (lelaki) berlaku baik, perilaku baik itu bukanlah milik perempuan itu saja, tapi milik perempuan-perempuan lainnya.
Bila perempuan itu sedang 'waras', mereka bisa berpikir jernih dan menyadari hal itu.
Tapi ada saatnya, mereka lupa, kemudian menjadi egois ataupun bias.
Tapi ada saatnya, mereka lupa, kemudian menjadi egois ataupun bias.
Mungkin bagi Abang, perilaku baik itu adalah suatu kewajiban dan sekadar sopan santun bagi perempuan itu. Akan tetapi, apakah Abang tahu apa yang ada di benak perempuan itu? Sebagian perempuan pada awalnya mengira bahwa perilaku baik Abang itu memiliki maksud lain. Kenapa?
Karena perempuan meletakkan perilaku Abang itu atas dasar perasaan, bukan logika kehidupan sosial lelaki.
Tidak semua perempuan seperti aku, Bang, yang menelaah kembali segala perlakuan Abang terhadapku agar aku tidak merasa bias. Pada awalnya, aku sama dengan perempuan lain, membuat praduga yang 'absurd'. Namun aku merunut kembali, dan aku mendapat kesimpulan bahwa Abang memanglah 'Abang'.
Abang hanya terdiam, sesekali menghela napas.
Kami pun berjalan dalam diam.
-Suatu malam, percakapan sepanjang perjalanan Lingkar Luar Kampus Gajah.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar